Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 April 2012

Download Soal-soal Latihan UN Kelas 6 SD


Soal latihan Ujian Nasional SD dapat kita temukan di Internet,dari yang sudah lampau maupun yang masih prediksi soal.Ada beberapa soal yang tersedia di sini,jika anda menghendaki supaya siswa-siswi anda lancar dalam UN,maka sering-seringlah memberikan latihan soal.di bawah ini tersedia beberapa contoh latihan soal UN yang di sertai kunci jawaban:

Soal paket di atas terdiri dari 5 mata pelajaran yaitu Matematika,Bahasa Indonesia,IPA,IPS dan Pkn yang setiap satu paket soal terdiri dari 100 soal.

sumber: http://wasdikin.wordpress.com

Download Soal Ulangan IPA-IPS Kelas 4 SD Semester 2

Berikut ini artikel/makalah tentang Soal Ulangan IPA-IPS Kelas 4 SD Semester 2. makalah pendidikan/artikel pendidikan singkat ini diharapkan memberi pemahaman tentang Soal Ulangan IPA-IPS Kelas 4 SD Semester 2 sehingga memberi referensi tambahan bagi penulis makalah tentang pendidikan atau pegiat penelitian pendidikan tentang Soal Ulangan IPA-IPS Kelas 4 SD Semester 2.
-------------------------

Soal ulangan kelas 4 SD semester 2 sebenarnya tidaklah sulit.Meskipun kurikulum sekarang, yaituKTSP,sangat padat muatan materinya dan tidak seperti kurikulum sebelumnya. Materi yang terdap`t di dalamnya sebenarnya banyak di jumpai anak-anak di dalam kehidupan sehari-hari mereka. tetapi seiring berkembangnya teknologi, ketertarikan anak pada pelajaran semakin berkurang. Mereka senang menghabiskan waktunya untuk facebook, chatting dan sebagainya.Ketika anak-anak menjelajahi internet, alangkah baiknya jika orang tua maupun guru menyarankan kepada mereka untuk browsing soal-soal pelajaran sekolah. Berikut ada beberapa soal ulangan semester 2 kelas 4. Jika and` ingin mengunduhnya, silahkan klik di tulisan yang berwarna biru berikut ini :
1.IPS
2.IPA
Soal Ulangan semester 2 yang dapat saya cantumkan baru sebatas pelajaran IPS dulu, pelajaran yang lain akan menyusul. Jika anda sudah mendownloadnya, anda jangan khawatir karena soal ulangan di atas juga disertai dengan kunci jawaban.
sumber: http://polowijoyo.wordpress.com

-------------------------
Demikian artikel/makalah tentang Soal Ulangan IPA-IPS Kelas 4 SD Semester 2. Semoga memberi pengertian kepada para pembaca sekalian tentang Soal Ulangan IPA-IPS Kelas 4 SD Semester 2. Apabila pembaca merasa memerlukan referensi tambahan untuk artikel pendidikan, makalah pendidikan, atau penelitian pendidikan anda, tulis permohonan, kritik, sarannya melalui komentar.

Perangkat ajar dan hal-hal terkait SD/MI lainnya KLIK DI SINI

Rabu, 04 April 2012

Ikatan KIMIA | SMA IPA


Soal ikatan Kimia

  1. Tergolong ikatan ion atau ikataan kovalenkah senyawa berikut ini !
    1. NH3 b. K2S c. PCl3 d. Fe2O3 e. NO2 f. KOH g. H2SO4
  2. Lengkapilah tabel berikut ini :
    JumlahStruktur ruang PEBentuk
    Molekul
    TipeContohKepolaran
    PEPEIPEB

    22





    23





    30





    31





    32





    41





    42





    51










    Cl2O






    PCl3






    PCl5





    AX4E2







    SCl6






    IF7






    AsH3

    21





    40





    50





    60





    20










    SO2
  1. Ramalkan rumus senyawa ion berikut ini :
    1. Sr dengan Cl c. Al dengan F e. Mg dengan N
    2. Be dangan S d. K dengan O f. Al dengan O
  2. Gambarkan struktur Lewis molekul-molekul berikut :
    a. CCl4 b. SiH4 c. H2S d. H2O2 e. C2H6
    5. Unsur X dengan nomor atom 19 dan unsur Y dengan nomor atom 16.
    a. tulis konfigurasi elektron dari unsur X dan Y
    b. tentukan jenis ikatan yang terjadi antara X dan Y
    c. Bagaimana rumus kimia dari senyawa X dan Y
    6. Diketahui unsur X dengan nomor atom 7 dan Y dengan nomor atom 17 saling berikatan tentukan :
    a. rumus kimia senyawa yang terjadi.
    b. bentuk melekul senyawa yang terjadi
    7. Diketahui nomor atom B=5 , Cl=17; N=7; H=1. Apakah yang menyebabkan perbedaan bentuk molekul BCl3 dengan NH3 ? jelaskan dengan struktur Lewis.
    8. Unsur X dengan nomor massa 31 dan jumlah neutron dalam intinya 16 bereaksi dengan unsur 17Y dengan jumlah neutron dalam inti 18, membentuk senyawa dengan mengikuti kaidah okted . Tentukanlah :
    a. Ikatan yang terjadi antara X dengan Y.
    b. Struktur Lewis senyawa yang terbentuk.

Selasa, 03 April 2012

Soal Tata Nama Senyawa | KIMIA SMA


Soal Tata Nama Senyawa | KIMIA SMA  Cekidot

Tatanama Senyawa Kimia
(Paket 1)
Isilah Kolom Nama senyawa
No
Rumus Kimia
Nama senyawa
1
BaI2
2
SnO
3
PBr3
4
N2O5
5
CS2
6
Na3PO4
7
AuNO3
8
Fe(CH3COO)2
9
Cu3(SbO4)2
10
AgMnO4
Tatanama Senyawa Kimia
(Paket 2)
Isilah Kolom Rumus Kimia
No
Rumus Kimia
Nama senyawa
1
Kalsium difluorida
2
Tembaga(II)oksida
3
Nitrogen triklorida
4
Difosfor heptaoksida
5
Silikon monooksida
6
Kalsium sulfit
7
Emas(III)fosfat
8
Besi(III)oksalat
9
Tembaga(I)dikromat
10
Timah(IV)arsenit
Dikutip dari http://kimiadahsyat.blogspot.com/

Senin, 02 April 2012

Soal Tentang Struktur atom, Sistem periodik, ikatan kimia | KIMIA SMA IPA

Soal Tentang Struktur atom, Sistem periodik, ikatan kimia | KIMIA SMA IPA ayyooo jawab.. ^_^

1. Bila Al (nomor atomnya = 13) membentuk Al3+ maka susunan elektron terluarnya adalah …..
a. 4s2 4p6 b. 2s22P6 c. 2s2 d. 2s22p6 e. 3s23p6
2. Lima unsur A,B,C,D dan E masing-masing mempunyai susunan elektron sebagai berikut :
A. 1s2 2s2 2p6 3s1
B. 1s2 2s2 2p6 3s2
C. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p1
D. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s1
E. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 4s2 4p6 5s1
pasangan-pasangan di bawah ini yang merupakan unsur dari satu golongan yang sama
adalah …
a. A dan B c. A dan E e. A dan D
b. A dan C d. D dan E
3. Unsur X dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 2s1 mempunyai sifat …
a. mempunyai potensial ionisasi terbesar di antara unsur seperioda
b. dapat membentuk oksida dengan rumus XO2
c. dapat membentuk hidroksida yang sukar larut dalam air
d. dapat membentuk senyawa halida dengan klor dengan rumus XCl
e. mempunyai jari-jari terkecil di antara unsur seperioda
4. Unsur-unsur golongan alkali tanah sifat-sifat kimianya hampir sama karena
a. jumlah elektronnya sama
b. jumlah elektron pada dua orbital terluarnya sama
c. jumlah elektron pada kulit terluarnya sama
d. jumlah protonnya sama
e. konfigurasi elektronnya sama
5. Diantara unsur-unsur di bawah ini yang paling mudah membentuk ion negatif adalah
a. 17Cl b. 11Na c. 12Mg d. 15P e. 14X
6. Atom-atom unsur logam dalam satu golongan dari atas ke bawah kecenderungan melepaskan
elektron valensinya makin besar sebab
a. potensial ionisasinya makin besar
d. nomor massanya makin besar
b. jari-jari atomnya makin besar
e. muatan intinya makin besar
c. afinitas elektronnya makin besar

7. Suatu unsur X dengan nomor atom 27 mempunyai jumlah orbital …
a. 8 b. 10 c. 13 d. 14 e. 15
8. Konfigurasi elektron atom Fe [Ar] 3d6 4s2 jumlah elektron yang tidak berpasangan pada atom Fe adalah …
a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 e. 5

9. Unsur X terdapat dalam golongan karbon dan unsur Y mempunyai nomor atom 17. Senyawa yang dapat terbentuk dari kedua unsur tersebut adalah ….
a. XY b. X2Y c. XY2 d. XY3 e. XY4
10. Tabel pengisian elektron-elektron ke dalam subkulit :
Unsur Pengisian elektron
I
II
III
IV
V
1s2 2s2
1s2 2s2 2p5 3s2
1s2 2s2 2p6 3s1 3p1
1s2 2s2 2p6 3s2 3p5 4s1
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d5

Pengisian elektron yang benar menurut aturan Aufbau adalah …
a. I dan V b. I dan II c. II dan V d. III dan V e. IV dan V
11. Unsur X bernomor atom 8, maka harga keempat bilangan kuantum elektron terakhir unsur
tersebut adalah …
a. n = 2; l = 0; m = 0; s = – 1/2 d. n = 2; l = 1; m = -1; s = + 1/2
b. n = 2; l = 1; m = 1; s = +1/2 e. n = 2; l = 1; m = -1; s = – 1/2
c. n = 2; l = 1; m = 0; s = – 1/2
12. Argon mempunyai nomor atom 18. Ion berikut yang mempunyai konfigurasi electron [Ar] 3d4 adalah …
a. 20Ca2+ b. 22Ti2+ c. 24Cr2+ d. 25Mn2+ e. 26Fe2+
13. Diantara unsur-unsur 3P, 12Q, 19R, 33S dan 53T, yang terletak dalam golongan yang sama
pada sistem periodik adalah …
a. P dan Q c. P dan R e. R dan T
b. Q dan S d. S dan T
14. Suatu logam divalent L sebanyak 8 gram, dilarutkan ke dalam HCl berlebih dan diperoleh 4,48
dm3 gas hidrogen (STP). Jika logam ini memiliki 20 netron, maka letaknya dalam sistem
periodik …
a. golongan IIA, periode 2 c. golongan IIA, periode 4 e. golongan IVA, periode 4
b. golongan IIA, periode 3 d. golongan IVA, periode 3
15. Unsur yang jari-jari atomnya terbesar adalah …
a. 11Na b. 13Al c. 14Si d. 17Cl e. 12Mg
16. Unsur-unsur A,B, dan C terletak pada periode 3 sistem periodik. Oksida unsur A
dalam air menghasilkan larutan yang mempunyai pH<7,>
17. Diketahui nomor atom H = 1; C=6; N = 7; O = 8; P=15; dan Cl =17. Senyawa berikut
mengikuti aturan
octet, kecuali …
a. CHCl3 b. NH3 c. H2O d. CH4 e. PCl5
18. Suatu senyawa dengan rumus molekul XY. Jika konfigurasi electron atom X: 1s2 2s2 2p6 3s2
3p6 4s2 dan konfigurasi electron atom Y: 1s2 2s2 2p4, maka XY mempunyai ikatan…
a. kovalen polar c. kovalen koordinasi e. logam
b. kovalen non polar d. ion
19. Unsur X mempunyai nomor atom 20. Senyawa garamnya bila dipanaskan akan menghasilkan
gas yang dapat mengeruhkan air barit. Rumus senyawa tersebut adalah …
a. X2SO4 b. XSO4 c. X2CO3 d. XCO3 e. XCl2
20. Senyawa manakah yang tidak membentuk ikatan hidrogen antar molekulnya ?
a. CH3CHO b. CH3NH2 c. CH3OH d. NH3 e. NH4OH
II. Berilah jawaban dan alasan dengan benar
21. Tentukan nomor atom, jika diketahui bilangan kuantum elektron terakhirnya sebagai berikut:
n = 4; l = 3; m = 0; s = +½
22. Tentukan bentuk molekul, orbital hibridanya dan gambarkan geometri molekul dari PCl5

Sabtu, 31 Maret 2012

Soal Kimia Atom | SMA IPA


Atom adalah satuan terkecil dari zat, dan untuk ini soal kimia selanjutnya. silahkan jawab ^_^ 

1. Elektron adalah partikel bermuatan negatif yang terdapat dalam segala jenis atom. Penemunya adalah:
a. Thomson
b. Goldstein
c. Rutherford
d. Bohr
e. Maxwell

2. Dalam model atom Rurtherford didapati hal berikut, kecuali:

a. jari-jari atom sekitar 10-8 cm
b. jari-jari inti sekitar 10-13 cm
c. sebagian besar atom terdiri atas ruang hampa
d. massa atom terpusat pada intinya
e. muatan atom tersebar di sekeliling inti atom

3. Salah satu kelemahan tentang model atom Rutherford adalah:

a. atom mempunyai inti yang masif
b. di luar inti atom ada elektron-elektron
c. jumlah muatan positif inti sama dengan jumlah muatan negatif elektron
d. elektron bergerak melingkar dengan kecepatan sangat tinggi untuk mengatasi gaya tarik inti
atom
e. elektron suatu saat akan bergabung dengan inti atom disebabkan kehabisan energi karena beradiasi

4. Kelemahan teori atom Niels Bohr adalah:

a. tidak dapat menjelaskan spektra unsur polielektron
b. bertentangan dengan hukum fisika klasik (Maxwell)
c. tidak dapat menentukan posisi elektron dengan pasti
d. bertentangan dengan teori atom Dalton bahwa atom-atom suatu unsur khas
e. tak dapat menentukan perubahan energi perpindahan elektron dalam atom

5. Pernyataan yang benar mengenai teori atom Bohr adalah:

a. Bohr menyatakan bahwa elektron bergerak menurut lintasan lingkaran
b. Bohr menerima bahwa elektron dalam lintasannya akan kehilangan energi
c. Bohr menentang bahwa elektron dalam lintasannya mempunyai energi tertentu dan tetap selama dalam lintasan
d. Bohr menolak anggapan bahwa elektron dapat berpindah dari lintasan yang energinya lebih tinggi ke lintasan yang energinya lebih rendah atau sebaliknya
e. Bohr menyatakan bahwa elektron dapat berpindah dari lintasan yang energinya lebih tinggi
ke lintasan yang energinya lebih rendah dengan menyerap energi

6. Pada percobaan Goldstein diketemukan:

a. partikel bermuatan positif
b. partikel bermuatan negatif
c. partikel tidak bermuatan
d. a dan b benar
e. a, b, dan c benar

7. Partikel sinar positif kelak dikenal sebagai berikut:

a. proton
b. pembawa sifat molekul unsur
c. berbeda-beda jenisnya
d. a dan b benar
e. a, b, dan c benar

8. Pernyataan teori atom Dalton yang salah adalah:

a. dapat menjelaskan daya gabung unsur-unsur
b. tidak dapat menjelaskan sifat listrik materi
c. pembagian/pembelahan suatu materi bersifat diskontinyu
d. atom merupakan partikel terkecil dari suatu unsur yang bersifat sama dengan unsur itu
e. atom merupakan unit terkecil dari suatu unsur yang terlibat dalam suatu reaksi

9. Anggapan Dalton tentang atom ialah:

a. kumpulan partikel sejenis
b. bagian terkecil dari suatu materi
c. materi yang terdiri dari sejenis unsur
d. partikel yang terdiri dari proton dan elektron
e. partikel bermuatan positif yang tidak dapat dibagi lagi

10. Model atom Thomson mengembangkan gagasan tentang:

a. partikel materic. sifat listrik materie. pemancaran energi
b. inti atom
c. sifat listrik materi
d. tingkat energi dalam atom
e. pemancaran energi

11. Pada percobaan tabung sinar katode didapati:

a. partikel sinar katode bergantung pada jenis elektrode atau gas
b. sinar merambat tegak lurus dari permukaan anode menuju katode
c. radiasi partikel terdiri atas partikel-partikel kecil
d. sinar dibelokkan ke kutub selatan dalam medan magnet
e. sinar dibelokkan ke kutub negatif dalam medan listrik

12. Sir Humphry Davy menemukan bahwa udara menjadi penghantar listrik jika:

a. tekanan rendah
b. suhu tinggi
c. suhu rendah
d. tekanan tinggi
e. tegangan listrik rendah

13. Pada percobaan tabung pengawa muatan didapati tabung berpijar dengan cahaya yang warnanya bergantung:

a. jenis tabung
b. jenis gas
c. jenis elektrode
d. a dan b benar
e. b dan c benar



14. Suatu bukti bahwa sinar katode merupakan radiasi partikel ialah pada percobaan "tabung

pengawa muatan":

a. dalam medan magnit listrik, sinar dibelokkan arahnya
b. kincir dalam tabung itu dapat berputar
c. sinar katode bergerak menuju anode
d. a. b, dan c benar
e. a dan c benar

15. Pernyataan berikut ini yang benar sesuai model atom Thomson adalah:

a. atom merupakan materi bermuatan positif
b. di luar atom tersebar elektron-elektron
c. disebut juga model roti kismis
d. a, b, dan c benar
e. a dan c benar

16. Hal yang benar mengenai penemuan proton adalah:

a. proton ditemukan di luar inti atom oleh Rutherford
b. proton ditemukan sebagai sinar positif oleh Goldstein
c. proton didapatkan oleh Thomson dari tabung sinar katode
d. proton ditemukan bersamaan dengan penemuan isotop oleh Chadwick
e. dipakai nama proton karena merupakan partikel yang pertama (=protos) yang ditemukan
dalam atom

17. Suatu unsur dengan bilangan massa 31, mempunyai 3 kulit elektron, dan 5 elektronvalensi,

maka partikelnya:

a. 16 proton, 15 neutron, dan 3 elektron
b. 15 proton, 16 neutron, dan 16 elektron
c. 15 proton, 15 neutron, dan 15 elektron
d. 16 proton, 15 neutron, dan 16 elektron
e. 15 proton, 16 neutron, dan 15 elektron



18. Diketahui dalam inti atom mangan terdapat 25 proton dan 30 neutron. Elektron-elektron

mangan itu terdistribusi pada kulit berturut-turut adalah:

a. 2, 8, 13, 2e. 2, 8, 18, 18, 9
b. 2, 8, 8, 7
c. 2, 8, 18, 18, 8, 1
d. 2, 8, 18, 27
e. 2, 8, 18, 18, 9

19. Di antara unsur-unsur berikut, unsur yang mempunyai elektronvalensi terbesar adalah:

a. 4Be
b. 7N
c. 11Na
d. 14Si
e. 20Ca

20. Unsur Ca2+ dengan no. Atom 20 nomor massa 40 mempunyai:

a. 20 proton, 20 elektron, dan 20 neutron
b. 20 proton, 22 elektron, dan 20 neutron
c. 20 proton, 18 elektron, dan 20 neutron
d. 20 proton, 20 elektron, dan 18 neutron
e. 20 proton, 20 elektron, dan 22 neutron

21. Bedanya antara isotop C-12 dan C-13 adalah:

a. satu elektron
b. satu protone. satu elektron dan satu neutron
c. satu neutron
d. satu elektron dan satu proton
e. satu elektron dan satu neutron

22. Boron mempunyai dua isotop yang stabil yaitu 19% B-10 dan sisanya B-11. Massa atom

relatif boron adalah:

a. 9,8
b. 10,0
c. 10,2
d. 11,0
e. 10,8

23. Atom yang mempunyai 6 elektronvalensi adalah unsur dengan nomor atom:

a. 2
b. 4 c.
c. 8
d. 14
e. 18

24. Jumlah elektronvalensi yang terdapat pada unsur 20Ca2+ adalah:

a. 1
b. 2
c. 3
d. 8
e. 10

25. Jumlah elektron terbesar pada kulit terluar terdapat pada unsur dengan nomor atom:

a. 4
b. 7
c. 10
d. 11
e. 12
http://kimiadahsyat.blogspot.com/

Sabtu, 24 Maret 2012

Penyakit akibat Gangguan Sistem Pencernaan


Penyakit akibat Gangguan Sistem Pencernaan 

Gangguan sistem pencernaan sering dirasakan seseorang jika pencernaanya terganggu.

• Apendikitis=Radang usus buntu.
• Diare=Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.
• Kontipasi (Sembelit)=Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)
• Maldigesti=Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.
• Parotitis=Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong
• Tukak Lambung/Maag="Radang" pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori
• Xerostomia=Produksi air liur yang sangat sedikit
Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).
Diare
Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.
Konstipasi (Sembelit)
Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.
Tukak Lambung (Ulkus)
Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.
Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.

Jumat, 09 Maret 2012

Hukum 2 Termodinamika Fisika

Hukum 2 Termodinamika Fisika



Hukum Termodinamika II menyebutkan bahwa adalah tidak mungkin untuk membuat sebuah mesin kalor yang bekerja dalam suatu siklus yang semata-mata mengubah energi panas yang diperoleh dari suatu reservoir pada suhu tertentu seluruhnya menjadi usaha mekanik. Hukum kedua termodinamika mengatakan bahwa aliran kalor memiliki arah; dengan kata lain, tidak semua proses di alam semesta adalah reversible (dapat dibalikkan arahnya). Sebagai contoh jika seekor beruang kutub tertidur di atas salju, maka salju dibawah tubuh nya akan mencair karena kalor dari tubuh beruang tersebut. Akan tetapi beruang tersebut tidak dapat mengambil kalor dari salju tersebut untuk menghangatkan tubuhnya. Dengan demikian, aliran energi kalor memiliki arah, yaitu dari panas ke dingin. Satu aplikasi penting dari hukum kedua adalah studi tentang mesin kalor.

Hukum kedua termodinamika berkaitan dengan apakah proses-proses yang dianggap taat azas dengan hukum pertama, terjadi atau tidak terjadi di alam. Hukum kedua termodinamika seperti yang diungkapkan oleh Clausius mengatakan, “Untuk suatu mesin siklis maka tidak mungkin untuk menghasilkan efek lain, selain dari menyampaikan kalor secara kontinu dari sebuah benda ke benda lain pada temperatur yang lebih tinggi".

Bila ditinjau siklus Carnot, yakni siklus hipotesis yang terdiri dari empat proses terbalikkan: pemuaian isotermal dengan penambahan kalor, pemuaian adiabatik, pemampatan isotermal dengan pelepasan kalor dan pemampatan adiabatik; jika integral sebuah kuantitas mengitari setiap lintasan tertutup adalah nol, maka kuantitas tersebut yakni variabel keadaan, mempunyai sebuah nilai yang hanya merupakan ciri dari keadaan sistem tersebut, tak peduli bagaimana keadaan tersebut dicapai. Variabel keadaan dalam hal ini adalah entropi. Perubahan entropi hanya gayut keadaan awal dan keadaan akhir dan tak gayut proses yang menghubungkan keadaan awal dan keadaan akhir sistem tersebut.

Hukum kedua termodinamika dalam konsep entropi mengatakan, "Sebuah proses alami yang bermula di dalam satu keadaan kesetimbangan dan berakhir di dalam satu keadaan kesetimbangan lain akan bergerak di dalam arah yang menyebabkan entropi dari sistem dan lingkungannya semakin besar".

Jika entropi diasosiasikan dengan kekacauan maka pernyataan hukum kedua termodinamika di dalam proses-proses alami cenderung bertambah ekivalen dengan menyatakan, kekacauan dari sistem dan lingkungan cenderung semakin besar.

Di dalam ekspansi bebas, molekul-molekul gas yang menempati keseluruhan ruang kotak adalah lebih kacau dibandingkan bila molekul-molekul gas tersebut menempati setengah ruang kotak. Jika dua benda yang memiliki temperatur berbeda T1 dan T2 berinteraksi, sehingga mencapai temperatur yang serba sama T, maka dapat dikatakan bahwa sistem tersebut menjadi lebih kacau, dalam arti, pernyataan "semua molekul dalam sistem tersebut bersesuaian dengan temperatur T adalah lebih lemah bila dibandingkan dengan pernyataan semua molekul di dalam benda A bersesuaian dengan temperatur T1 dan benda B bersesuaian dengan temperatur T2".

Di dalam mekanika statistik, hubungan antara entropi dan parameter kekacauan adalah, pers. (1):

S = k log w

dimana k adalah konstanta Boltzmann, S adalah entropi sistem, w adalah parameter kekacauan, yakni kemungkinan beradanya sistem tersebut relatif terhadap semua keadaan yang mungkin ditempati.

Jika ditinjau perubahan entropi suatu gas ideal di dalam ekspansi isotermal, dimana banyaknya molekul dan temperatur tak berubah sedangkan volumenya semakin besar, maka kemungkinan sebuah molekul dapat ditemukan dalam suatu daerah bervolume V adalah sebanding dengan V; yakni semakin besar V maka semakin besar pula peluang untuk menemukan molekul tersebut di dalam V. Kemungkinan untuk menemukan sebuah molekul tunggal di dalam V adalah, pers. (2):

W1 = c V

dimana c adalah konstanta. Kemungkinan menemukan N molekul secara serempak di dalam volume V adalah hasil kali lipat N dari w. Yakni, kemungkinan dari sebuah keadaan yang terdiri dari N molekul berada di dalam volume V adalah, pers.(3):

w = w1N = (cV)N.

Jika persamaan (3) disubstitusikan ke (1), maka perbedaan entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal dimana temperatur dan banyaknya molekul tak berubah, adalah bernilai positip. Ini berarti entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal tersebut bertambah besar.

Definisi statistik mengenai entropi, yakni persamaan (1), menghubungkan gambaran termodinamika dan gambaran mekanika statistik yang memungkinkan untuk meletakkan hukum kedua termodinamika pada landasan statistik. Arah dimana proses alami akan terjadi menuju entropi yang lebih tinggi ditentukan oleh hukum kemungkinan, yakni menuju sebuah keadaan yang lebih mungkin. Dalam hal ini, keadaan kesetimbangan adalah keadaan dimana entropi maksimum secara termodinamika dan keadaan yang paling mungkin secara statistik. Akan tetapi fluktuasi, misal gerak Brown, dapat terjadi di sekitar distribusi kesetimbangan. Dari sudut pandang ini, tidaklah mutlak bahwa entropi akan semakin besar di dalam tiap-tiap proses spontan. Entropi kadang-kadang dapat berkurang. Jika cukup lama ditunggu, keadaan yang paling tidak mungkin sekali pun dapat terjadi: air di dalam kolam tiba-tiba membeku pada suatu hari musim panas yang panas atau suatu vakum setempat terjadi secara tiba-tiba dalam suatu ruangan. Hukum kedua termodinamika memperlihatkan arah peristiwa-peristiwa yang paling mungkin, bukan hanya peristiwa-peristiwa yang mungkin.

Kamis, 08 Maret 2012

Termodinamika dan Hukum 1 Termodinamika | Fisika

Termodinamika dan Hukum Termodinamika | Fisika

 


Termodinamika
Termodinamika adalah kajian tentang kalor (panas) yang berpindah. Dalam termodinamika kamu akan banyak membahas tentang sistem dan lingkungan. Kumpulan benda-benda yang sedang ditinjau disebut sistem, sedangkan semua yang berada di sekeliling (di luar) sistem disebut lingkungan.


Usaha Luar
Usaha luar dilakukan oleh sistem, jika kalor ditambahkan (dipanaskan) atau kalor dikurangi (didinginkan) terhadap sistem. Jika kalor diterapkan kepada gas yang menyebabkan perubahan volume gas, usaha luar akan dilakukan oleh gas tersebut. Usaha yang dilakukan oleh gas ketika volume berubah dari volume awal V1 menjadi volume akhir V2 pada tekanan p konstan dinyatakan sebagai hasil kali tekanan dengan perubahan volumenya.

W = p∆V= p(V2 – V1)

Secara umum, usaha dapat dinyatakan sebagai integral tekanan terhadap perubahan volume yang ditulis sebagai



Energi Dalam

Suatu gas yang berada dalam suhu tertentu dikatakan memiliki energi dalam. Energi dalam gas berkaitan dengan suhu gas tersebut dan merupakan sifat mikroskopik gas tersebut. Meskipun gas tidak melakukan atau menerima usaha, gas tersebut dapat memiliki energi yang tidak tampak tetapi terkandung dalam gas tersebut yang hanya dapat ditinjau secara mikroskopik.

Berdasarkan teori kinetik gas, gas terdiri atas partikel-partikel yang berada dalam keadaan gerak yang acak. Gerakan partikel ini disebabkan energi kinetik rata-rata dari seluruh partikel yang bergerak. Energi kinetik ini berkaitan dengan suhu mutlak gas. Jadi, energi dalam dapat ditinjau sebagai jumlah keseluruhan energi kinetik dan potensial yang terkandung dan dimiliki oleh partikel-partikel di dalam gas tersebut dalam skala mikroskopik. Dan, energi dalam gas sebanding dengan suhu mutlak gas. Oleh karena itu, perubahan suhu gas akan menyebabkan perubahan energi dalam gas. Secara matematis, perubahan energi dalam gas dinyatakan sebagai

untuk gas monoatomik :
untuk gas diatomik:

Hukum 1 Termodinamika
   1.  Hukum ini diterapkan pada gas, khususnya gas ideal

    PV = n R T
    P . DV + -V . DP = n R DT

    2. Energi adalah kekal, jika diperhitungkan semua bentuk energi yang timbul.

   3.  Usaha tidak diperoleh jika tidak diberi energi dari luar.

   4.  Dalam suatu sistem berlaku persamaan termodinamika I:

    DQ = DU+ DW

    DQ = kalor yang diserap
    DU = perubanan energi dalam
    DW = usaha (kerja) luar yang dilakukan

DARI PERSAMAAN TERMODINAMIKA I DAPAT DIJABARKAN:

   1.  Pada proses isobarik (tekanan tetap) ® DP = 0; sehingga,
        DW = P . DV = P (V2 - V1) ® P. DV = n .R DT
        DQ = n . Cp . DT     ® maka Cp = 5/2 R (kalor jenis pada tekanan tetap)
        DU-= 3/2 n . R . DT

    2. Pada proses isokhorik (Volume tetap) ® DV =O; sehingga,
         DW = 0 ® DQ = DU
         DQ = n . Cv . DT     ® maka Cv = 3/2 R (kalor jenis pada volume tetap)
         AU = 3/2 n . R . DT


   3.  Pada proses isotermik (temperatur tetap): ® DT = 0 ;sehingga,
        DU = 0 ® DQ = DW = nRT ln (V2/V1)

   4.  Pada proses adiabatik (tidak ada pertukaran kalor antara sistem dengan sekelilingnya) ® DQ = 0 
        berlaku hubungan::
        PVg = konstan ® g = Cp/Cv ,disebut konstanta Laplace


Proses Isotermik
Suatu sistem dapat mengalami proses termodinamika dimana terjadi perubahan-perubahan di dalam sistem tersebut. Jika proses yang terjadi berlangsung dalam suhu konstan, proses ini dinamakan proses isotermik. Karena berlangsung dalam suhu konstan, tidak terjadi perubahan energi dalam (∆U = 0) dan berdasarkan hukum I termodinamika kalor yang diberikan sama dengan usaha yang dilakukan sistem (Q = W).

Proses isotermik dapat digambarkan dalam grafik p – V di bawah ini. Usaha yang dilakukan sistem dan kalor dapat dinyatakan sebagai : gambar

Dimana V2 dan V1 adalah volume akhir dan awal gas.


Proses Isokhorik
Jika gas melakukan proses termodinamika dalam volume yang konstan, gas dikatakan melakukan proses isokhorik. Karena gas berada dalam volume konstan (∆V = 0), gas tidak melakukan usaha (W = 0) dan kalor yang diberikan sama dengan perubahan energi dalamnya. Kalor di sini dapat dinyatakan sebagai kalor gas pada volume konstan QV.

QV = ∆U

Proses Isobarik

Jika gas melakukan proses termodinamika dengan menjaga tekanan tetap konstan, gas dikatakan melakukan proses isobarik. Karena gas berada dalam tekanan konstan, gas melakukan usaha (W = p∆V). Kalor di sini dapat dinyatakan sebagai kalor gas pada tekanan konstan Qp. Berdasarkan hukum I termodinamika, pada proses isobarik berlaku


Sebelumnya telah dituliskan bahwa perubahan energi dalam sama dengan kalor yang diserap gas pada volume konstan

QV =∆U

Dari sini usaha gas dapat dinyatakan sebagai

W = Qp − QV

Jadi, usaha yang dilakukan oleh gas (W) dapat dinyatakan sebagai selisih energi (kalor) yang diserap gas pada tekanan konstan (Qp) dengan energi (kalor) yang diserap gas pada volume konstan (QV).


Proses Adiabatik

Dalam proses adiabatik tidak ada kalor yang masuk (diserap) ataupun keluar (dilepaskan) oleh sistem (Q = 0). Dengan demikian, usaha yang dilakukan gas sama dengan perubahan energi dalamnya (W = ∆U).

Jika suatu sistem berisi gas yang mula-mula mempunyai tekanan dan volume masing-masing p1 dan V1 mengalami proses adiabatik sehingga tekanan dan volume gas berubah menjadi p2 dan V2, usaha yang dilakukan gas dapat dinyatakan sebagai :


Dimana γ adalah konstanta yang diperoleh perbandingan kapasitas kalor molar gas pada tekanan dan volume konstan dan mempunyai nilai yang lebih besar dari 1 (γ > 1).