Kamis, 13 Oktober 2011

Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Model jigsaw dibangun oleh Aronson. Dalam metode ini setiap siswa dalam kelompok diberikan informasi tentang suatu bahan pelajaran. Semua siswa perlu mengetahui semua informasi agar kelompok berhasil. Dalam metode ini setiap siswa akan bergabung dalam kelompok ahli tentang suatu masalah tertentu. Siswa itu bertugas untuk mengajari siswa-siswa yang lain dalam kelompoknya.
Pemikiran dasar dari model ini adalah memberikan kesempatan siswa untuk
berbagi dengan yang lain. Mengajar serta diajar oleh sesama siswa dan sosialisasi yang berkesinambungan merupakan bagian terpenting dalam pembelajaran ini. Mula-mula siswa dibagi dalam kelompok yang terdiri dari 5-6 orang. Masing-masing anggota kelompok mengerjakan salah satu bagian berbeda dengan yang dikerjakan anggota kelompok asalnya. Tiap anggota kelompok asal akan menjadi kelompok ahli. Setiap ahli mempunyai tugas yang sama bergabung untuk memecahkan masalah atau materi yang mereka terima. Setelah menemukan pemecahan masalahnya, siswa ahli kembali ke kelompok asal untuk mengajar anggota lain mengenai materi yang telah dipelajari dikelompok ahli. Kemudian pengajar menunjuk salah satu siswa untuk mempersentasikan hasil yang diperoleh. Selanjutnya penilaian dengan kuis. Penilaian dilakukan secara individu dan kelompok. Sintak pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat dilihat pada tabel 2.3:

Tabel 2.3 Fase-fase pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

Fase

Tingkah laku

Fase 1:

Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa.

Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar.

Fase 2:

Menyajikan informasi.

Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan demonstrasi atau lewat bahan bacaan.

Menjelaskan aturan main pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan keterampilan sosial yang akan digunakan.

Fase 3:

Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.

Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien.

Membagi siswa dalam kelompok jigsaw (kelompok asal) terdiri 5-6 siswa yang heterogen.

Membimbing kelompok asal untuk membentuk 4 kelompok siswa ahli, kemudian meminta siswa ahli dari tiap kelompok untuk bergabung membentuk kelompok ahli

Setelah berdiskusi dengan kelompok ahli, siswa kembali ke kelompok asal

Fase 4:

Membimbing kelompok bekerja dan belajar.

Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.

Fase 5:

Evaluasi

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.

Fase 6:

Memberikan penghargaan

Guru mencari cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu kelompok.

guru membimbing siswa membuat rangkuman pelajaran dan menjawab permasalahan di awal pelajaran


Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini sangat penting diterapkan pada siswa SMA, karena dalam pembelajaran ini menuntut siswa untuk saling bekerja sama yaitu dapat berkomunikasi dengan baik, menghargai pendapat, memanfaatkan kelebihan dan mengisi kekurangan masing-masing, dari kerja sama mendorong agar siswa saling merasa dihargai dan saling membutuhkan, hal ini akan menimbulkan saling ketergantungan positif, yang menuntut adanya interaksi promotif, yang memungkinkan sesama siswa saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal. Pada pembelajaran ini juga siswa dituntut untuk bertanggung jawab secara individu dimana setiap siswa mempunyai tugas yang berbeda-beda dan harus melaksanakan tugasnya dengan baik untuk keberhasilan kelompok.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.